Kelas Usaha Warung Makan Khas Warteg?

Warung makan banyak tersebar di berbagai daerah, namun kenapa nama warteg yang popuper di saat tidak ada ciri khas seputar spesifikasi warteg? Apakah tidak ada warung jakarta, warung cirebon, warung bandung dan warung lainnya yang sama dengan warung tegal? Menurut hemat penulis, ada sebuah “hak kuasa stempel” yang melekat bahwa warung makan seperti warteg adalah warteg. Padahal, belum tentu warteg.

masakan-warteg

Contoh saja warung makan Nasi Jamblang, yang konsep warungnya sama dengan warteg namun tidak dianggap warteg karena ada ciri khas tertentu yaitu Nasi Jamblang. Ada lagi warung makan betawi berkonsep sama dengan warteg tetapi tidak disebut warteg karena ada spesifikasi makanan khas Betawi. Kedua warung tersebut mendapat hak mengenai konsep penjualan yang sama seperti warteg: prasmanan, kekeluargaan, harga terjangkau kelas bawah.

Lalu ciri khas warteg sendiri apa? Ini pertanyaan yang sulit terjawab karena menu-menu masakan yang dihadirkan hampir ada di banyak daerah. Bila sulit terjawab, bisa dikatakan mudah mengklaim sebagai “warteg” asalkan memiliki papan nama “Warteg Mang Dul”. Apakah baru sah dikatakan warteg bila yang mendirikan orang tegal? Banyak juga orang dari daerah lain yang mendidikan warteg dengan model warung yang beraneka ragam karena memang tidak memiliki spesifikasi ciri khas. Bila seperti itu, lalu untuk apa menamakan diri sebagai warteg?

Pilihan orang berbeda-beda. Di sini hanya mempertanyakan saja agar menemukan titik terang. Namun sepertinya tidak menemukan titik terang dari yang namanya warung makan tegal. Karena ciri khas yang ada di warteg bisa sama di semua warung yang berskala mikro (kecil sekali).

Namun di sini akan menjelaskan intisari yang bisa ditiru para pengusaha warung makan mikro agar meniru gaya atau konsep penjualan ala warung makan tegal alias warteg. Karena nyaris tidak memiliki ciri khas, di sinilah anda bebas membuat menu-menu masakan yang bisa menjangkau masyarakat bawah.

1. Satu Kursi Berjama’ah

Warung makan kelas pengusaha mikro biaasanya hanya menyediakan kursi panjang sebagai tempat duduknya. Karena hanya satu kursi panjang, meja makan pun di sesuaikan dengan kursinya. Di situlah para penyantap makanan akan duduk bersama sambil menyantap dan ngobrol-ngobrol ringan seputar kehidupan sehari-hari.

Tidak peduli siapa yang duduk, mau pejabat atau tukang pemulung, maka akan duduk bersama dalam satu kursi dan meja, mau tidak mau. Di sinilah letak kekeluargaan akan terbentuk yang menjadi nilai lebih dari sebuah usaha warung makan kelas mikro. Tanpa cara seperti ini, sepertinya warung makan kecil kurang diminati.

2. Menghadirkan Menu Harian Ibu Rumah Tangga

Hampir di warteg atau di warung makan kecil tidak ada menu makanan spesial yang dihadirkannya. Yang dihadirkan hanyalah menu makanan yang biasa dihadirkan ibu rumah tangga yang cocok dilidah masyarakat indonesia. Biasanya menghadirkan menu sayur asem, gorengan tempe, gorengan tahu, tumis kangkung, oreg, sayur tahu, ayam goreng dan sebagainya.

Justru model menu makanan seperti ini laku keras dikalangan kelas bawah. Kelas bawah yang hanya biasa mengkonsumsi menu sederhana tentu akan merasa cocok bila dihadirkan menu yang biasa dimakannya.

Karena menu resep masakan harian ibu rumah tangga yang dijual di warung warteg, maka harga jual pun murah. Hal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menggaet pelanggan melimpah.

Anda juga bisa memasukkan makanan ciri khas berbagai daerah. Seperti menghadirkan sambal pecel khas daerah semarang atau mediun, gudeg khas Jogjakarta, dan sebagainya sesuai kesanggupan anda. Hal itu bisa dilakukan karena warteg adalah sebuah istilah warung makan rakyat kecil yang pernah didirikan orang tegal di daerah rantau sehingga tidak ada ciri khas tertentu yang dimiliki tegal.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kelas Usaha Warung Makan Khas Warteg?"

Posting Komentar